Simak Ulasan Tentang Disleksia, Penyebab dan Cara Menanganinya Pada Anak

Simak Ulasan Tentang Disleksia, Penyebab dan Cara Menanganinya Pada Anak

 

Pernahkah Anda mendapati anak-anak yang mengalami kesulitan belajar terutama untuk membaca atau menulis padahal anak-anak seusianya sudah bisa melakukannya dengan lancar? Apakah ia terlihat seperti menghindari kegiatan belajar membaca dan menulis namun tidak dengan pelajaran lainnya? Jangan cepat berasumsi dahulu karena ilmu kedokteran sekarang ini menemukan adanya gangguan sistem syaraf pada manusia yang menyebabkan ia mengalami kesulitan untuk mengenali huruf atau tulisan. Gangguan ini dinamakan disleksia dimana penderitanya bisa dari berbagai kalangan usia namun tidak mempengaruhi kecerdasan yang sesungguhnya.

Seperti disebutkan di atas, bahwa disleksia adalah gangguan pada syaraf sehingga bukan merupakan sebuah penyakit. Disleksia dapat disembuhkan total namun beberapa orang juga bisa mengalaminya secara permanen. Meski begitu karena tidak mempengaruhi kecerdasan yang sesungguhnya, penderita disleksia dapat hidup dengan normal layaknya manusia biasa apalagi jika gangguan saraf tersebut terjadi di usia dewasa.

Ada beberapa gejala lain yang muncul bersamaan dengan kesulitan belajar mengenal tulisan pada penderita disleksia yaitu:

● Mengalami perkembangan bicara yang lebih lambat.
● Kesulitan berbicara atau menemukan kata yang tepat
● Kesulitan mengucapkan kata yang tidak umum atau terlalu panjang.
● Kesulitan mempelajari bahasa asing.
● Sulit membedakan huruf yang mirip misalnya m dan w.
● Sulit membedakan tulisan nama benda yang mirip misalnya pagar dan pasar.
● Dsb.

Kelainan saraf pada penderita disleksia masih belum diketahui apa penyebab pastinya, namun beberapa studi menyebutkan bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan resiko seseorang terkena disleksia seperti:

● Terkena paparan narkotika, asap rokok hingga minuman keras saat bayi berada di dalam kandungan.
● Lahir dengan berat badan rendah atau prematur.

Untuk mendiagnosa disleksia, selain dari melihat gejala yang ditimbulkan seperti di atas, dokter juga akan melihat dari riwayat keluarga. Dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar perkembangan anak dan kondisi lingkungan di rumah. Tes psikologis dan akademis juga akan diberikan untuk anak dalam menentukan pengobatan yang tepat.

Jika putra atau putri Anda memiliki gangguan disleksia, jangan berkecil hati. Penderita disleksia juga bisa memiliki kehidupan yang normal layaknya anak lain. Bahkan beberapa memiliki kelebihan akademis di bidang lainnya. Untuk itu orang tua harus selalu memberikan dukungan pada anak dengan berbagai cara seperti:

● Sering membacakan buku dan membuat intonasi suara sejelas mungkin.
● Tak putus asa mendampingi anak saat belajar.
● Tidak memaksa anak untuk selalu belajar menulis atau membaca.
● Membuat proses belajar semenyenangkan mungkin.
● Mendukung bidang lain yang lebih disukai si kecil.
● Menemani aktifitas bermainnya dan memperkenalkan si kecil pada teman-teman baru yang memberi dampak positif.
● Berkonsultasi dengan dokter profesional secara rutin.